Minggu, 18 November 2012

Tulisan Zunii :)


Kapan dan Bagaimana??

Kalian mengerti tentang sebuah keinginan seseorang?? Keinginan setiap orang pasti berbeda begitu juga aku. Tapi kadang semua yang terjadi tidak sesuai dengan keinginan kita, namun disisi lain ketidaksesuaian itu mendatangkan sebuah manfaat. Aku akan bercerita tentang sebuah keinginan dan sebuah cita-cita yang bergelora di sini “di hati ini”.

Kawan, banyak sekali keinginan yang ingin aku capai namun hanya satu cita-cita hidupku. Kalian ingin tahu?? Cita-citaku adalah apa semua yang aku lakukan di dunia ini semoga di ridhoi oleh Allah Azza Wa Jalla. Sedang keinginanku banyak diantaranya:
1.       Aku ingin membahagiakan kedua orang tuaku J:*
2.       Aku ingin bersekolah yang tinggiiii banget. Amin
3.       Aku ingin masuk surga :D
4.       Dan masih banyak lagi. Hehe
Kalau diceritain disini aku capek ngetiknya.

Untuk keinginanku yang kedua itu mungkin butuh pengorbanan besar buat aku, ya walaupun bukan cuma keinginan kedua aja tapi semua keinginan-keinginan itu. Apalagi untuk mendapatkan tempat yang Indah itu (Surga) pasti pengorbanannya gueeeedhheeee banggeeeettt... ya nggak??

Oh iya, kawan, kita kan udah kelas XII, kelas tertinggi di sekolah menengah. Pasti pikiran kita juga semakin dewasa bukan?? Bukan hanya bermain saja yang kita pikirkan, namun juga masa depan yang pasti akan kita jalani. Semua yang kita dapat besok tergantung atas apa, kapan dan bagaimana kita melakukan hal-hal yang kita mau itu. Untuk itu, kita harus selalu berdo’a, berdo’a, berdo’a dan berusaha untuk mencapai masa depan yang cerah dan bahagia..

Itu saja kawan,, besok sambung lagi yaa....
Keep Spirit and Kepp smile ?? JJJ

Minggu, 11 November 2012


Manfaat Sholat Dhuha Secara Medis

       Abu Dzar r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda, :“Setiap tulang dan persendian badan dari kamu ada sedekahnya; setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, setiap amar ma’ruf adalah sedekah, dan setiap nahi munkar adalah sedekah. Maka, yang dapat mencukupi hal itu hanyalah dua rakaat yang dilakukannya dari Shalat Dhuha.” (HR Ahmad, Muslim, dan Abu Dawud).

Abu Hurairah r.a. berkata, “Kekasihku, Muhammad Saw. Berwasiat kepadaku agar melakukan tiga hal:' Berpuasa tiga hari pada setiap bulan (Hijriah, yaitu puasa putih atau Bidl, tanggal 13,14,15), dua rakaat shalat Dhuha, dan agar aku melakukan shalat Witir dulu sebelum tidur.” (HR Bukhari-Muslim).

Rasulullah Saw. bersabda: “Shalat Dhuha itu shalat orang yang kembali kepada Allah, setelah orang-orang mulai lupa dan sibuk bekerja, yaitu pada waktu anak-anak unta bangun karena panas tempat berbaringnya.” (HR Muslim)

Buraidah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw. bersabda,: “Dalam tubuh manusia terdapat 360 persendian, dan ia wajib bersedekah untuk tiap persendiannya.” Para sahabat bertanya, “Siapa yang sanggup, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Ludah dalam masjid yang dipendamnya atau sesuatu yang disingkirkannya dari jalan. Jika ia tidak mampu,maka dua rakaat Dhuha sudah mencukupinya.” (HR Ahmad dan Abu Dawud).

Peregangan sungguh mutlak diperlukan, untuk kesiapan kita menyongsong hari penuh tantangan. Dan, Rasulullah Saw. menyinggungnya dengan ungkapan santun: “hak dari setiap persendian.” Semuanya cukup dengan dua rakaat dhuha.

Shalat memang memiliki kombinasi unik dari tiap gerakannya bagi tubuh. Hanya saja untuk Dhuha, waktunyalah yang memang unik; waktu ketika tubuh memerlukan energy namun juga harus bersiap menghadang stress yang menerpa.

Dr. Ebrahim Kazim-seorang dokter, peneliti, serta direktur dari Trinidad Islamic Academy-menyatakan, “Repeated and regular movements of the body during prayers improve muscle tone and power, tendon strength, joint flexibility and the cardio-vascular reserve.” Gerakan teratur dari shalat menguatkan otot berserta tendonnya, sendi serta berefek luar biasa terhadap system kardiovaskular.

Itulah peregangan dan persiapan untuk menghadapi tantangan, tapi bedanya dengan olah raga biasa adalah: pahalanya luar biasa! Abu Darda r.a. meriwayatkan bahwa Nabi Saw. bersabda, Allah ‘azza wa jalla berfirman: “Wahai anak Adam kerjakanlah shalat empat rakaat kepada-Ku pada permulaan siang niscaya Aku akan member kecukupan kepadamu sampai akhir siang.” (HR at-Tirmidzi).

Terlebih lagi shalat Dhuha tidak hanya berguna untuk mempersiapkan diri menghadapi hari dengan rangkaian gerakan teraturnya, tapi juga menangkal stress yang mungkin timbul dalam kegiatan sehari-hari, sesuai dengan keterangan dr. Ebrahim Kazim tentang shalat: “Simultaneously, tension is relieved in the mind due to the spiritual component, assisted by the secretion of enkephalins, endorphins, dynorphins, and others.”

Ada ketegangan yang lenyap karena tubuh secara fisiologis mengelurakan zat-zat seperti enkefalin dan endorphin. Zat ini sejenis morfin,termasuk opiate. Efek keduanya juga tidak berbeda dengan opiate lainnya. Bedanya, zat ini alami, diproduksi sendiri oleh tubuh, sehingga lebih bermanfaat dan terkontrol.

Jika barang-barang terlarang macam morfin bisa memberi rasa senang-namun kemudian mengakibatkan ketagihan disertai segala efek negatifnya- endorphin dan enkefalin tidak. Ia memberi rasa bahagia, lega, tenang, rileks, secara alami. Menjadikan seseorang tampak ebih optimis, hangat, menyenangkan, serta seolah menebarkan aura ini kepada lingkungan di sekelilingnya.

Subhanallah….Maka, shalat Dhuha-lah, peregangan sekaligus pereda stress. Inilah rehat yang tidak sekadar rehat. Daripada sekadar duduk-duduk mengobrol, ayo rehat dengan ber-Dhuha dan segera kembali beraktivitas setelahnya. Kemudian, rasakan bedanya!.
Semoga bermanfaat teman….